Menyentuh hati agar mampu memaknai, bahwa tak ada yang kebetulan di dunia ini.

Senin, 06 Mei 2013

Wahai anakku, dengarkanlah

Bunda, usia balita adalah usia emas. Buah hati kita belajar tentang banyak hal di sekitarnya, baik yang dimengerti atau tidak dimengerti. Mereka merekam hampir semua peristiwa bahkan kata-kata. Kadang muncul pertanyaan dalam diri saya, sampai kapan ya saya mendampingi anak? Kalau sudah besar nanti seperti apa ya dia? Untuk itu saya berpikir, lakukan sesuatu. Walau mereka masih balita atau bahkan baru lahir sekalipun. Minimal inilah usaha yang bisa dilakukan. 
Bunda, kali ini, saya hanya ingin berbagi tentang pelajaran yang pernah  kami sampaikan pada anak kami. Khususnya pelajaran agama. Barangkali bermanfaat bagi Bunda dan bisa memotivasi kami untuk menjadi lebih baik.
Beberapa prioritas yang saya berikan pada Dzakka (3 tahun 6 bulan) diantaranya.
1. Mengenal Tuhan
Hal yang satu ini menurut saya adalah yang terpenting di dunia ini. Karena dengannya ia akan menentukan arah hidup. Untuk itu, ini menjadi prioritas saya. Siapakah Allah? Saya menjawabnya dalam surat Al Ikhlas. (diselingi dengan bukti-bukti adanya Allah).
Mengenalkan ciptaannya adalah cara mudah mengenalkan Allah pada anak saya. Adanya matahari, bulan, bintang dan aneka ciptaan yang lain. Beserta kegunaannya yang luar biasa. Tak mungkin semua terjadi dengan sendirinya. Lebih lanjut saya mengenalkan Dzakka pada anggota tubuhnya. Adanya proses bernapas, melihat, mendengar dan sebagainya yang semua itu begitu sempurna.
 2. Mengenalkan rukun Iman
Mengenalkan rukun iman biasanya saya kenalkan lewat cerita-cerita seperti cerita para Nabi dan Rasul, Kisah para sahabat dan kisah-kisah teladan lainnya. Ini saya lakukan berulang-ulang. Sebagian penjelasan lainnya saya ambil dari terjemah surat-surat pendek. Buku-buku bergambar juga sangat membantu untuk menjelaskan.
Mungkin tidak semua cerita langsung sampai ke anak, tapi menurut saya tugas saya cukup memperdengarkan terlebih dahulu. Meski begitu saya merasakan manfaat yang banyak dari pelajaran ini. Contohnya ketika Dzakka mau melakukan sesuatu yang kurang pas. Saya mengingatkan dia untuk memilih. Boleh melakukannya tapi ada malaikat Atid yang akan mencatat dan boleh meninggalkan ada malaikat Raqib yang mencatat. Akhirnya dia memilih di pihak malaikat Rakib. 
Pengenalan rukun Iman ini penjabarannya bisa ke mana-mana. Tiba-tiba bisa saja membahas tentang setan, surga neraka, angin, awan, air dan lain-lain. Mengikut ketertarikan anak dan mengaitkannya pada iman. Dan selama ini menjadi sangat menarik untuk Dzakka. Barangkali karena disampaikan sambil bermain, menjelang tidur dan waktu-waktu luang lainnya.
3. Mengenalkan rukun Islam
Untuk mengenalkan rukun Islam menurut saya lebih mudah melalui ibadah harian. Membiasakan ikut sholat, mengajarinya cara berwudhu (tanpa air dulu), azan, iqamah dll. Menceritakan pahala puasa dan sebagainya. Tentang zakat saya dekatkan kepedulian Dzakka pada orang-orang miskin dan anak yatim. Tentang haji saya ceritakan tentang ritual haji. 
Untuk pelajaran yang ini saya sampaikan yang masih yang sederhana saja. Pelajaran sebisa mungkin dibuat sederhana dan tidak terlalu lama. Mungkin 10 sampai 15 menit saja. Kadang cerita diceritakan dengan menggambar di kertas atau alat gambar lainnya. Karena saya tidak pandai menggambar, seringkali gambarnya hanya berbentuk segitiga, kotak, lingkaran dan teman-temannya. hanya untuk menguatkan ingatan dan mengarahkan perhatian saja.
4. Hafalan doa dan surat-surat pendek.
Untuk hafalan saya tidak punya target khusus tapi saya mencoba memperdengarkannya setiap hari. Alhamdulillah teryata  hal itu membantu. Kalau rutin diperdengarkan walau dengan bacaan ibunya, satu atau dua pekan, tiba-tiba Dzakka hafal dengan sendirinya.
 Ketika memperdengarkan surat-surat pendek biasanya saya fokus pada salah satu surat yng direncanakan hafal. Sambil sesekali mengulang surat yg sudah dihapal. Dan meminta dzakka mengulangnya sendiri. Saya memang berharap ada minimal salah satu anak saya yang bisa jadi hafidz atau hafidzah yang mengamalkan, Aamiin.  Itu perlu kami perjuangkan. Tapi harapan saya minimal dia akan bisa mengimami sholat dengan baik jika mempunyai hapalan surat yang cukup. Tak lupa setiap surat yang mau dihapal saya selalu menyampaikan penjelasan isinya.
5. Akhlak
Inilah hasil belajar yang akan nampak di hadapan kita. Ini pula tugas Rasul diutus di dunia, diantaranya untuk menyempurnakaan akhlaq. Belum banyak memang yang bisa kami berikan mengingat guru pertama yang bisa dilihat tentulah orangtuanya. Pelajaran ini dimulai dari kebiasaan sehari-hari ketika mau makan, mau tidur, menghormati yang lebih tua menyayangi yang muda, berterimakasih, meminta izin memaafkan, meminta maaf dan sebagainya.
6.Berusahalah dan Berdoa
Kedua hal ini sering kami ingatkan karena keduanya sebaiknya dipahami untuk menjadi apapun serta siapapun, kapanpun dan di mana pun.
Masih banyak yang belum kami lakukan untuk anak kami. Namun begitu, harus berusaha dan terus berusaha. Saya yakin untuk mendidik anak perlu proses yang panjang dan juga doa-doa yang panjang pula. Karenanya  mari saling mendoakan. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar