Anak-anak itu adalah guru-guruku, pengingat bagiku. Mereka berlarian di area masjid, memaksaku berteriak untuk menenangkannya. Sebagian lagi menyandarkan tubuhnya dipangkuanku sambil memintaku mengejakan alif, ba, ta dan beberapa huruf iqra lainnya. Mereka datang dengan wajah-wajah polos namun penuh semangat. Di masjid kampung tak banyak yang punya waktu luang untuk mendampingi anak-anak belajar. Sehingga dengan sedikit kemampuan dan aku pun belum baligh ketika itu, kuajari mereka bagaimana shalat, wudhu dan doa-doa sebagaimana diajarkan oleh guru-guruku dulu. Dan kini bocah-bocah kecil itu sebagian besar telah berputra. mereka telah menjadi orangtua begitu juga denganku. waktu begitu cepat berlalu. Ya Rabb apa saja yang telah kulakukan di alammu ini.
Baru kemarin rasanya aku menjadi anak kecil kini masa-masa itu telah jauh meninggalkanku. Aku tak pernah tahu kapan Engkau akan menjemputku. Dan aku pun tak tahu sudah layakkah ibadahku selama ini. Terimakasih Ya Rabb engkau selalu menghadirkan wajah-wajah mungil itu sebagai pengingat usiaku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar