Menyentuh hati agar mampu memaknai, bahwa tak ada yang kebetulan di dunia ini.

Senin, 16 September 2013

Menulis di Media

Sembari sarapan saya mau berbagi sedikit yang saya tahu tetang menulis di media. Semoga bermanfaat :)

Sahabatku yang dirahmati Allah

Ada banyak trik dapat kita pelajari agar tulisan bisa dimuat media. Beberapa diantaranya yang berikut ini.

Pertama, Pelajari karakteristik media.

Seringkali sebuah tulisan ditolak bukan karena tulisan itu tidak bagus melainkan karena kesalahan penulis yang tidak memahami karekteristik media yang dikiriminya. Sebelum sebuah tulisan dikirim ke redaksi ada baiknya penulis membaca terlebih dahulu beberapa edisi sebelumnya guna memahami karakteristik media tersebut. Misalnya dengan melihat kalangan seperti apakah yang membaca media tersebut. Umum, terpelajar, pembisnis dan sebagainya. 

Selain itu dengan membaca media tersebut akan mengetahui visi misinya sehingga tulisan yang dikirim pun tidak berlawanan dengan visi misi tersebut. Misalnya untuk mengirim artikel keIslaman sebaiknya di media Islam atau di media yang memang memberi kolom tentang keIslaman. Itu pun harus diperhatikan kolom tersebut, umum ataukah bertema khusus.

Kedua, Perhatikan bahasa yang digunakan.

Untuk tulisan di media biasanya menggunakan bahasa EYD, jika terpaksa menggunakan bahasa daerah gunakan tulisan miring. Itu pun diminimalisir penggunaannya bahkan kadang tidak digunakan sama sekali. Bahasa yang digunakan sebaiknya dipahami oleh banyak kalangan serta tidak ambigu (mempunyai banyak arti). Judul yang digunakan dengan bahasa yang menarik sehingga menyita perhatian pembaca.

Ketiga, Gunakan strategi penulisan

Biasanya tulisan bisa berupa induksi, deduksi atau campuran. Diawali dengan pendahuluan. Untuk tulisan ilmiah diawali dengan pendapat pakar atau pandangan umum masyarakat. Buatlah tulisan sesuai kebutuhan, singkat dan padat. Perhatikan space kolom yang disediaka karena jika berlebih besar kemungkinan akan ditolak.

Tulislah tema-tema yang sedang dibutuhkan oleh masyarakat dan memberi solusi terhadap permasalahan yang sedang berlangsung, tidak sekedar melempar isu semata.

Keempat, Keaslian tulisan sangat diutamakan

Seorang penulis sebaiknya mempunyai pendapat yang kuat tidak ikut-ikutan pendapat orang lain. Seandainya pendapatnya sama dengan orang lain munculkan faktor-faktor yang menjadi dasar pilihannya. Keorisinilan tulisan sangat diutamakan di dalam menulis. Jangan ragu untuk menyertakan referensi jika mengambil pendapat orang lain.

Kelima, Sertakan profil/biodata dan surat pengantar

Identitas adalah faktor penting sebuah tulisan dapat dimuat karenanya sertakan bersama tulisan dengan halaman terpisah. Surat pengantar bahwa sahabat telah mengirimkan tulisan juga sebaiknya dilampirkan. Misalnya  "Dengan ini telah mengirimkan.." serta syarat-syarat lain yang diminta media.

Keenam, motivasi yang kuat

Tujuan sebuah tulisan bukan sekedar uang dan ketenaran. Hal inilah yang sebaiknya dimilki oleh seorang penulis sehingga ia tidak jemu untuk terus mencoba. Mengasah kemampuan menulisnya sekaligus menambah pengetahuannya. Jangan bosan untuk terus mencoba. Biarkan redaktur bosan menerima tulisan sahabat sampai ia berkenan menerbitkannya. *bercanda tapi serius.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar