Suka menulis, tapi tulisan buntu? karya jadi terbengkalai? Ini yang terjadi dari kebanyakan penulis pemula termasuk saya tentunya. Tapi saya menemukan beberapa langkah mengatasinya, setidaknya untuk saya sendiri .
Pertama, buat kerangka tulisan.
Kerangka ini akan sangat membantu seorang penulis kala mengalami kebuntuan kata. Bahkan saya seringkali membuat kerangka persis seperti daftar isi sebuah buku, lengkap dengan sub per bab. contoh
Manajemen Waktu
- Apa itu manajemen waktu?
- Mengapa perlu manajemen waktu?
- Kapan diperlukan manajemen waktu?
Begitu pun saat membuat tulisan fiksi
Kehilangan ibu
- Seorang anak berdiri di tengah kota
- Tangisannya menyita perhatian
- Seseorang mendekatinya
Cara kedua yang saya lakukan membuat file yang berbeda pada tiap bab.
Hal ini membantu saya ketika mengalami kebuntuan di bab pertama maka saya akan meloncat ke file di bab kedua tanpa merasa bosan untuk berpindah halaman terlalu lama. Sehingga saya tidak akan berkutat dengan kebuntuan di bab pertama.
Ketiga, saya mencari kata kunci dari paragraf dan menghubungkannya dengan kata-kata lain. Misalnya membahas tentang waktu maka saya akan menghubungkan dengan kata lain yang berhubungan. Misalnya
Waktu-----masa lalu, masa depan, 24 jam, tidak kembali, dipertanggungjawabkan dsb.
Keempat, teruslah menulis jangan takut salah.
Ketakutan akan penilaian orang lain seringkali membuat seorang penulis gugup. Sehingga menulis pun menjadi beban. Takut salah dan tidak layak. Ketika menulis lupakan untuk itu semua. Tulis dan tulislah. Bahkan ada yang menyarankan saat tak bisa menulis tulislah "saya tidak bisa menulis lagi". Intinya tidak kemudian berhenti. Tulis apa saja yang terlintas di kepala. Selanjutnya untuk memeriksa tulisan dapat dilakukan pada waktu editing.
Kelima, belajar dari buku orang lain.
Dengan membaca karya-karya orang lain kita akan semakin memahami letak kesalahan tulisan kita. Selain itu tentu saja akan menambah wawasan tentang apa-apa yang kita perlukan sebagai bahan dari tulisan kita.
Keenam, ambil kata kunci dan cari teorinya.
Sebuah teori dari tulisan yang kita tulis sangat penting. Karena tidak mungkin kita menulis hanya dari pendapat sendiri. Sebaiknya tetap didukung oleh teori yang sudah ada. Bahkan untuk tulisan fiksi sekalipun sehingga tulisan fiksi tidak menjadi aneh karena berlawanan dengan logika.
Ketujuh, teruslah berlatih.
Sepandai-pandainya seseorang menulis tanpa latihan mustahil akan menghasilkan tulisan yang bagus. Karenanya teruslah berlatih dan berlatih.
Itu tadi beberapa langkah dari saya. Mau menambahkan? silahkan :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar