Menyentuh hati agar mampu memaknai, bahwa tak ada yang kebetulan di dunia ini.

Rabu, 28 November 2012

Mengenalkan Dunia Baru Pada Buah Hati



Mengenalkan Dunia Baru pada Buah Hati

        Beradabtasi dengan lingkungan baru seperti pindah rumah, pindah sekolah dan sejenisnya tentu bukanlah  hal yang mudah terutama bagi buah hati kita. Mereka akan kehilangan teman-teman dan lingkungan yang dulu sangat dicintainya. Kita sebagai orangtua tentu saja tak boleh mengabaikan masalah yang satu ini. Karenanya perlu mengkondisikan buah hati agar ia nyaman di tempatnya yang baru. Begitu pun yang kami lakukan pada Dzakka (3tahun) anak kami, setelah memutuskan akan ikut serta menemani suami belajar di luar kami pun berusaha mengkondisikan Dzakka. Beberapa hal yang kami lakukan diantaranya: Pertama, menyampaikan informasi lebih awal.
            Ketika menyampaikan rencana kepindahan ini ke Dzakka, awalnya dia belum begitu mengerti. Setelah beberapa kali disampaikan akhirnya dia paham kalau kami akan meninggalkan rumah dan semua yang membersamai selama ini. Beberapa informasi mengenai kondisi di tempat yang baru kami ceritakan padanya terutama mengabarkan hal-hal yang menarik. Alhamdulillah itu membuatnya antusias menjelang keberangkatan. Selain itu kami juga meminta Dzakka memilih mainan kesukaannya yang akan dibawa, tentunya dalam jumlah terbatas agar tidak merepotkan selama perjalanan. Harapannya mainan itu  akan memberikan rasa nyaman dan serasa di rumah sendiri walaupun berada di tempat yang jauh. Ternyata yang kami lakukan itu sangat membantu, terlebih saat ia mengingat banyak hal di lingkungan sebelumnya.
            Setelah sampai di tujuan dan telah cukup istirahat, kedua kami memilih waktu yang tepat untuk membawanya ke tempat-tempat yang menyenangkan seperti taman kota, tempat wisata, tempat bersejarah dan lainnya sambil bercerita mengenai banyak hal kami lihat. Dzakka yang baru pertama kami melihatnya begitu juga dengan kami banyak bertanya ini dan itu. Kami juga memberi kesempatan pada Dzakka  untuk bermain-main di tempat yang kami kunjungi selama tidak berbahaya ataupun mengganggu oranglain.
Ketiga, mengenalkan pada orang-orang di sekitarnya. Kami mengajak Dzakka berkunjung ke rekan satu tanah air. Membawanya pula ke tempat bermain anak. Di sana berkumpul teman-teman, pembimbing dan para orangtua. Awalnya Dzakka masih malu-malu maklum karena perbedaan bahasa dan kebiasaan, belum lagi warna kulit, warna mata, warna rambut yang juga kian mencolok. Namun itu hanya sebentar, lama kelamaan Dzakka pun terbiasa dan tidak canggung lagi. Saya hampir selalu membawanya jika ada acara di luar rumah agar ia makin nyaman dengan lingkungan sekitarnya.
Keempat yang kami lakukan adalah membiasakannya dengan aturan-aturan yang ada di tempat baru terutama yang berlaku bagi anak seusianya. Kami juga menyampaikan mengapa aturan-aturan itu diberlakukan. Alhamdulillah kini sudah dua bulan kami berada di tempat ini. Dzakka sudah semakin nyaman dan bisa beradabtasi. Semoga cerita ini bisa membantu para orangtua yang akan mengenalkan dunia baru bagi buah hatinya.
           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar