Ada rasa yang berbeda kala Idul Fitri hampir tiba. Sedih karena harus berpisah dengan Ramadhan untunglah Allah hibur kita semua dengan datangnya hari kemenangan.
Saat matahari tenggelam diakhir Ramadhan umat muslim menggumandangkan takbir. Pawai takbir menjadi hal yang menggembirakan begitupun bagi kami tentunya. Tapi di sini, di negeri minoritas muslim, tak terdengar gema takbir itu. Jangankan takbiran, suara azan pun sangat sulit didapatkan dari masjid sekitar. Untunglah ada internet yang bisa menemani kami bertakbiran bersama arak-arakan pawai di youtube. Mengobati rasa rindu untuk berlebaran di kampung halaman.
Pagi-pagi di Idul Fitri kami bersiap menuju Mall di city centre. Tidak untuk belanja tentunya. Ada sholat Id berjamaah di sana. Tepatnya di salah satu Aula Mall. Tidak terlalu bagus tempatnya tapi lumayan luas untuk menampung jama'ah. Ada juga sebagian masjid yang mendirikan shalat Id tapi banyak juga yang pergi ke Mall sekaligus sebagai syiar.Kami berangkat naik bis dan berangkat awal karena jarak yang lumayan jauh, bersama dengan orang-orang yang berangkat beraktivitas. Ada diantaranya yang mau kerja, belanja dan sebagainya. Inilah suasana idul fitri di sini. Tak ada hari libur, bahkan ada teman yang harus tetap kerja atau kuliah. Tapi ada juga yang memilih tidak masuk.
Di Aula kami bertemu dengan saudara muslim dari berbagai negara. Saya sempat ngobrol dengan orang Malaysia dan orang Timur Tengah. Imam sholat kalau dilihat dari caranya melafalkan Al Qur'an sepertinya juga dari Timur Tengah. Suasana begitu mengharukan terlebih bagi saya. Khutbah Idul Fitri disampaikan dalam bahasa Inggris.
Usai shalat dan khutbah, jamaah diberi aneka jamuan snack khas suatu negara. Awalnya rasanya aneh tapi lama-lama suka juga :). Anak-anak diberi buah, jus, coklat dan lain-lain. Suasana cukup meriah. Kami saling berfoto dan bersapa satu sama lain. Alhamdulillah, bahagia sekali.
Pulang dari shalat kami seharusnya skype dengan orangtua di Indonesia. Niatnya mau minta maaf tapi jaringan padat sulit sekali dihubungi atau menghubungi. Alhasil maaf memaafkan dengan keluarga di Indonesia sempat tertuna beberapa hari kemudian.
Hari pertama lebaran seperti budaya di tanah air keluarga kami masak lontong opor dan sambal goreng. Hari itu sengaja masak agak banyak berharap ada yang datang berkunjung. Kue-kue pun menghiasi meja tamu. Seadanya, sebisanya. Maklumlah belum terbiasa membuat kue lebaran. Alhamdulillah beberapa keluarga Indonesia singgah di flat kami. Sore harinya kami latihan angklung di park untuk persiapan pentas di festival musik internasional. Di sini ada kejadian yang membuka mata kami, ada beberapa titik kelemahan di negara maju. Semoga lain kali bisa diceritakan di sini sekaligus pementasan kami di festival.
Pekan pertama Idul Fitri keluarga muslim di Newcastle mengadakan acara halal bi halal. Kami menyewa tempat mengaji bersama dan tentu saja makan bersama. Alhamdulillah kehadiran teman-teman di sini cukup mengobati saat rindu keluarga :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar