Menyentuh hati agar mampu memaknai, bahwa tak ada yang kebetulan di dunia ini.

Jumat, 27 Desember 2013

Liburan di Rumah

Mendengar kata liburan, anak-anak biasanya akan senang. Terbayang hari tanpa sekolah dan bebas bermain bersama teman-temannya. Tapi tak demikian yang terjadi dengan Dzakka (3,5 tahun). Baru dua hari libur dia sudah rindu sekolahnya. Maklumlah kondisi di Newcastle berbeda dengan di Yogyakarta. Tak ada teman yang bisa diajaknya bermain. Para tetangga tak saling akrab hanya sesekali tersenyum saat berpapasan. Sebenarnya ada beberapa anak dari Indonesia, tapi sepertinya masing-masing punya kesibukan. Mereka biasanya bermain bersama sepekan sekali sembari mengaji.

Libur kali ini adalah rangkaian liburan Natal. Cukup lama, kurang lebih dua pekan lamanya. Ditambah suasana winter dengan hujan dan angin yang kencang, semakin membuat banyak orang enggan keluar rumah. Jadilah kami harus 'menghidupkan' suasana liburan di dalam rumah.

Liburan kali ini saya, Dzakka dan suami sering bermain bersama. Permainan tradisional menjadi salah satu alternatif kami. Karena kami melihat Dzakka begitu antusias ingin mempelajarinya. Suami mengajarinya Humpimpah dan Tungsit ( Bahasa Indonesianya apa ya?) saya mengajarinya main Dakon. 

Menggambar dan mewarnai menjadi kegiatan favorit hari-hari sebelumnya. Tapi untuk liburan kali ini saya mencoba mengambar dengan Dzakka secara bertim. Kami menggambar secara bergantian dalam satu kertas dengan satu tema. Kadang juga bercerita dengan gambar yang kami buat sendiri. Bentuknya seperti apa? sudah pasti tidak karuan. Apalagi saya tidak bisa menggambar. Tetapi kegiatan ini menjadi asyik. Selain itu kami juga membacakan aneka buku sesuai pilihan Dzakka. 

laba-laba
Seharian di rumah seringkali membosankan, apalagi rumah di sini tergolong kecil. Tak ada halaman. Untuk anak seaktif Dzakka butuh kesibukan lain untuk mengalihkan perhatiannya. Maka saya pun berburu ketrampilan sederhana di internet. Saya meminta Dzakka memilih gambar-gambar yang disukainya dan berusaha membuatnya bersama. Dengan memanfaatkan kertas-kertas bekas. Alhamdulillah dia sangat menyukainya. Kehadiran mainan sederhana buatan sendiri itu bahkan mengalahkan mainan-mainan lain yang biasa dimainkannya.

burung
Gelang

boneka

Lebah



burung
bikin kue
Beberapa hari membuat aneka mainan, membuat Dzakka beralih ke ide yang lain. Pagi tadi Dzakka mengajak saya untuk membuat kue. Dia membantu mulai dari ceplok telur, aduk-aduk dan mencetak. Alhamdulillah jadi dua toples kue sederhana, lumayan untuk camilan di musim dingin.

Besok mau apa lagi ya? ditunggu usulannya bunda. Liburan masih satu pekan lagi nih :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar