Menyentuh hati agar mampu memaknai, bahwa tak ada yang kebetulan di dunia ini.

Kamis, 18 September 2014

Usiamu Tak Bisa Menipu


Beginilah sisi lain berbadan mungil sepertiku, acapkali dibilang lebih muda dari usia sebenarnya. Terutama di negara kebanyakan berkulit putih ini. Parahnya lagi mereka terlampau jauh menebaknya. Padahal kalau di negeri sendiri aku terlihat lebih tua dari usiaku :)

Awalnya aku cuek ketika beberapa teman dari negara lain yang mengatakan aku nampak muda dari usiaku. Tapi toh aku sendiri tak terlalu merasakan 'kemudaan'  itu. Yah memang karena aku sudah tua :) setidaknya dibanding adik kandungku. Hanya saja beberapa tanggapan yang terlalu mengganggapku amat muda, aku jadi ingin menuliskannya. Karena ada sisi lain yang terketuk.

Kejadian yang begitu melekat berkenaan dengan usia ini kudapat dari seorang remaja dan adiknya, di awal-awal aku datang ke sini. Ketika itu aku sedang membawa Dzakka naik puschair. Kedua anak itu bertanya apakah aku seorang ibu. Ketika aku jawab iya. Mereka terus mengulang pertanyaannya sambil keheranan tidak percaya. Akhirnya mereka meninggalkanku dengan masih berbicara tentang aku. Pengalaman kedua, saat mendaftar kursus bersama temanku. Temanku yang datang bersamaan denganku langsung ditulis namanya oleh petugas pendaftaran dalam daftar peserta kursus program ibu. Sementara aku tak juga ditulisnya. Aku husnudzon mungkin karena banyak orang jadi harus antri. Walaupun ada ibu lain disampingku yang langsung dituliskan namanya. Walau datang setelahku.

Beberapa saat petugas pendaftaran bertanya namaku dan menanyakan program yang ingin kuikuti sambil menyodorkan program kursus untuk remaja. Khusus remaja dibawah 16 tahun. Jadi??? Ketika dijelaskan aku sudah punya anak, dia pun tertawa dan mohon maaf :)

Kejadian selanjutnya ketika pergi ke carboot sale. Dipintu masuk biasanya petugas akan meminta uang masuk. Saat itu aku datang bersama seorang adik 19 tahun. Pada waktu akan masuk dia dimintai uang, sementara aku tidak. Si Petugas hampir pergi meninggalkan kami. Tapi adik yang bersamaku mengingatkan kalau aku belum bayar. Aku yang memang sudah menyiapkan uangnya segera menyerahkan. Tapi sang petugas malah bilang aku gratis masuknya. Lah kami heran. Ternyata dia mengira aku masih anak-anak. Padahal saat itu aku nggandeng Dzakka. Si petugas akhirnya menerima uangku sambil tertawa dan minta maaf.

Kejadian keempat terjadi di tempat yang sama tapi di waktu yang lain. Aku datang bersama temanku yang seorang ibu. Mengingat kejadian sebelumnya, kali itu aku berinisiatif membayar duluan sebelum temanku. Setidaknya biar sang petugas yang orangnya juga beberapa orang tidak perlu minta maaf kalau salah menebak umurku. Uangku pun diterima, legalah aku. Kali ini si ibu temanku yang tidak diterima uangnya. Petugas itu bilang karena sudah bayarkan olehku makanya tidak perlu bayar lagi. ????Kubilang nggak. Terus sang petugas tanya berapa umurku. Kujawab 30 (kurang lebih), si petugas bilang iya 13 nggak perlu bayar. (Dia dengarnya 13).Lah jadi kali ini tetap aja aku dikira anak-anak. Lalu kujelaskan, pakai tangan 3 jari dan satu lingkaran. dia masih keheranan dan memberitahu teman-teman tentang ketidakpercayaannnya kalau aku 30an tahun. Jadilah hari itu mereka kami tertawa rame-rame :)

Terakhir, kemarin saat kursus. Temanku orang iran usianya 23. Di masih single. Di sisi perkenalan dia tanya apakah aku masih single. Dia juga tanya umurku kujawab apa adanya. Ketika tiba giliran dia mengenalkan aku dihadapan teman sekelas dia bilang umurku tapi dia juga bilang aku terlihat 19 tahun. Tuing.. Tuing... !!!

Sepanjang pulang dari tempat kursus aku kemudian seperti mendapat nasehat. Walaupun mungkin tampak muda bagi mereka tapi tetap saja aku sudah tua. Tanggungjawabku kepada Allah tidaklah sama dengan para anak muda seusia yang mereka kira. Terlalu banyak daftar kesalahan yang harus dipertanggungjawabkan dihadapan Allah selama kurang lebih 31 tahun ini.
Ada sedih yang tiba-tiba menyeruak. Belum lagi kedepannya aku juga tak pernah tahu berapa lama lagi Allah akan menyisakan waktu bagiku untuk memperbaiki catatan amal baikku.

Yah bagaimana pun usia tak bisa menipu. Walaupun beberapa orang mengatakan aku jauh lebih muda dari usiaku toh Allah sudah memberiku tanda bahwa aku terus semakin tua. Dengan melihat anakku yang terus tumbuh. Dengan fisikku yang sesekali lelah atau kurang enak badan jika terlalu banyak aktivitas. Aku berharap aku memang tetap muda dalam semangat dan karya nyata tapi tetap tidak melupakan bahwa di sini hanya sebentar dan terus menyiapkan bekal terbaik untuk kembali pulang. Mohon doanya ya sahabat semua. Semoga usia kita menjadi pelajaran yang berharga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar