Menyentuh hati agar mampu memaknai, bahwa tak ada yang kebetulan di dunia ini.

Rabu, 31 Desember 2014

Pesona Masjid di Manchester

Lampu di ruang utama
Masjid, memasukinya memberikan ketenangan. Membuat hati-hati yang bersih merindu Rabbnya. Bangunan inilah yang begitu dibanggakan sebagai tempat membangun peradaban. Di sana pusat pendidikan, tempat bermusyawarah, mengkaji dan memperluas ilmu untuk kemajuan pribadi maupun bersama. Sayangnya fungsi masjid yang demikian agung telah banyak mengalami kemunduran.

Kerinduan akan fungsi masjid yang sebenarnya, bukan 'hanya' sebagai tempat ibadah makin sulit ditemui. Banyak masjid yang kini dibatasi bahkan ada diantaranya harus terkunci dan hanya dibuka pada saat-saat tertentu. Siang itu saya dibuat terpesona oleh sebuah masjid di kota Manchester. Sayang lupa namanya. Ketika kami datang, jamaah sholat baru saja usai. Ramai, Alhamdulillah. Di negeri yang umat Islamnya hanya segelintir ini masjid ramai jamaah. Alhamdulillah.




Rasa bahagia itu makin bertambah kala masuk di dalamnya. Kesan modern, ramah, bersih makin terasa. Inilah masjid yang seharusnya, dalam benak saya. Ruang utama terbagi dua sisi, lantai bawah untuk putra dan atas untuk putri. Di belakang ruang utama masih ada ruang besar yang hanya disekat oleh kaca yang memungkinkan untuk sholat berjamaah jika diperlukan atau bisa juga digunakan untuk pertemuan.
kelas-kelas

Di ruang utama terdapat kursi-kursi di bagian pinggir. Kursinya pun nyaman digunakan. Disediakan untuk para jamaah yang barangkali kesulitan untuk sholat sambil berdiri. Karpetnya pun bagus :)
Ruang atas, tempat jamaah putri pun serupa, satu ruang utama disusul ruang bersekat kaca di belakangnya. Hanya saja lebih kecil dari ruang putra. Jamaah putri dapat melihat imam melalui kaca yang didesain sedemikian rupa sehingga para jamaah putri nyaman dan 'selamat' dari penglihatan jamaah putra dibawah.

Lampu-lampu di masjid tersebut dapat menyala jika ada datang dan mati dengan sendirinya jika pengguna meninggalkan ruangan. Keluar dari ruang utama disambut dengan ruang tunggu. Didepannya ada aula besar dilengkapi dengan dapur yang modern. Mungkin ruangan itu bisa digunakan untuk walimah atau sejenisnya. Lengkap dengan panggung, kursi dan sekat yang dapat dipindah-pindah. Ketika kami datang, malamnya katanya ruangan itu baru saja dipakai untuk acara syukuran Milad.
ruang tunggu





Aula
Sementara di sekitar ruang utama putri ada banyak ruang-ruang. Seperti kelas-kelas. Terlihat aktif dengan berbagai tulisan di sekitarnya. Terlihat ada projector di setiap ruangan. Sangat banyak kelasnya dan lengkap seperti ruang kuliah :) Toiletnya bersih dan terjaga. Toilet putri tertutup dalam ruang-ruang. Tempat wudhu pun terpisah di ruang tersendiri. Bahkan ada toilet untuk para mereka yang berkebutuhan khusus. Ada juga ruang mandinya. Sayang, saya tidak menemukan perpustakaannya hanya melihat lemari-lemari kecil berisi buku. Barangkali saya tidak tahu tempatnya,begitu banyak ruang membuat tidak bisa menjelajah seluruhnya.

Awalnya tidak terpikirkan untuk ambil foto, setelah beberapa saat baru sadar. Ada baiknya mengabadikan siapa tahu kelak di Indonesia tercinta ada yang bisa membangun masjid secantik ini.
Yang mau ke Manchester sempatkan untuk berkunjung :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar