Menyentuh hati agar mampu memaknai, bahwa tak ada yang kebetulan di dunia ini.

Kamis, 16 Juni 2016

Beri Kepercayaan Pada Diri Sendiri

Kita sering mendengar anjuran untuk berprasangka baik pada orang lain. Itulah bentuk dari ukhuwah pada sesama. Tetapi bagaimana dengan kepercayaan, prasangka baik dengan diri sendiri? Perlukan ia diterapkan? Apakah nantinya tidak menimbulkan kesombongan atau pemakluman atas kelalaian sendiri.

Hal semacam itu mungkin saja terjadi. Banyak orang yang mengganggap dirinya baik sehingga tidak dapat berpindah dari 'tempat'nya. Mengkambinghitamkan hal lain demi mendapat rasa aman pada diri. Tetapi memberi kepercayaan pada diri sendiri yang saya maksud berbeda dengan hal yang satu ini. Langkah tersebut adalah bagian dari upaya di atas berhusnudzan kepada Allah. Mengapa diperlukan?

Walau telah kehiangan kelopaknya ia masih dapat terlihat indah
Berapa banyak orang terpuruk dan gagal dalam impiannya karena mereka kehilangan semangat dan daya juangnya. Mereka lelah karena menganggap diri sebagai orang yang gagal, tidak mampu dan seterusnya. Padahal kita tahu bahwa setiap manusia diberi kelebihan dan kekurangan. Tidak mungkin Allah hanya melekatkan kekurangan tanpa kelebihan. Di samping terlepasnya satu peluang tersebar kesempatan lain di luar sana.

Memberi kepercayaan pada diri merupakan hal yang penting. Cara ini dapat menjaga semangat dan optimis dalam menjemput kebaikan baik untuk urusan dunia maupun akhirat. Kegagalan atau tertunda keberhasilan adalah hal yang wajar. Hak Allah untuk mewujudkannya di waktu yang tepat. Karenanya jangan terlalu menyalahkan diri sendiri, selama sudah maksimal berikhtiar. Muarakan semua aktivitas karenaNya sehingga tak ada sedikit pun yang sia-sia.

Lelah dan merasa sangat jauh dari Allah itu hal yang normal. Karena iman sesekali naik turun. Sesekali maafkanlah dirimu. Selagi tak ada hal yang melanggar laranganNya. Saat ibadah makin berat, banyak-banyaklah istighfar. Percayalah bahwa ia hanya sebentar dan akan memompa semangat yang lebih besar.

Bayangkan jika hanya terpuruk dan menyalahkan keadaan. Bukan bangkit yang didapat yang terjadi justru semakin terpuruk sehingga sulit untuk bangkit. Bahkan bukan tidak mungkin akan mencari berbagai alasan untuk melindungi diri sendiri.

Boleh jadi sebuah kejadian adalah peringatan, tetapi biarlah ia menjadi pelajaran kemudian menjadi penyemangat. Biarkan kepercayaan kepada kasih sayang Allah berpadu dengan kepercayaan pada diri sendiri. Rasakan bahwa Allah memelukmu lebih dekat. Sehingga kebahagiaan, ketenangan dan kedekatan dengan Allah senantiasa membersamai kehidupan kita. Wallahu a'lam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar